Bintara Polri angkatan ZLS/STS anjangsana ke panti asuhan


Pada momentum itu, Bintara Polri angkatan 26 atau ZLS/STS Polres Jayapura memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok dan amplop kasih

FojaOnline – Bintara Polri angkatan 26 atau ZLS/STS Polres Jayapura anjangsana ke Panti Asuhan Viladelfia di Dosay, Kabupaten Jayapura, Papua.

Koordinator silahturami dan anjangsana sekaligus ketua leting 26 ZLS/STS Polres Jayapura Brigpol Jamaludin mengatakan tujuan dari kegiatan itu adalah ingin mempererat tali silahturahmi antara sesama umat manusia dan berbagi kasih pada saat Natal 2018.

“Dengan adanya bantuan ini semoga dapat berguna bagi anak-anak Panti Asuhan Viladelfia Dosay, dan juga kepada semua rekan-rekan leting 26 ZLS/STS Polres Jayapura yang hadir dan tidak sempat hadir, kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” kata Brigpol Jamaludin.

Sementara itu, aksi tersebut mendapat apresiasi dari pengurus panti asuhan. Bintara Polri leting 26 ZLS/STS Polres Jayapura dinilai sangat peduli kepada anak-anak panti asuhan.

“Kami Bersyukur kepada Kepolisian dalam hal ini leting 26 ZLS/STS Polres Jayapura yang mana dalam kesibukanya namun masih mampu berpikir keberadaan kami dan anak-anak asuh kami di pantai asuhan ini,” kata salah satu pengurus panti asuhan.

Pada momentum itu, Bintara Polri angkatan 26 atau ZLS/STS Polres Jayapura memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok dan amplop kasih.(*)

Maximus Lany apresiasi kunjungan Tim Humas Polri

Pimpinan rombongan Tim Humas Polri AKBP Semmy Ronny Thabaa saat di kofirmasi mengaku senang dan bangga dengan sosok Maximus Lany yang mampu mengangkat harkat petani kopi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Maximus Lany (kanan) sednag menunjukkan buah kopi arabika kepada pimpinan rombongan Tim Humas Polri AKBP  Semmy Ronny Thabaa.

FojaOnline – Salah satu tokoh adat atau kepala suku Jayawijaya, Maximus Lany mengapresiasi kungjungan dari Tim Humas Polri yang dipimpin oleh AKBP Semmy Ronny Thabaa di Kampung Yagara, Distrik Yagara, Kabupaten Payawijaya, Papua.

Sebagaimana rilis yang diterima oleh FojaOnline, Maximus Lany mengaku, kunjungan yang dilakukan pada Minggu (17/11) itu merupakan bentuk perhatian Polri kepada warga setempat dan dirinya atas keberhasilanya mengelola dan memproduksi kopi arabika asal wamena berkat binaan Binmas Noken polri, termasuk juga peternakan babi, lebah madu dan keberhasil dibidang pertanian.

“Bangga bisa didatangi oleh orang dari Jakarta, apalagi nanti bisa bantu pasarkan,” kata Maximus.

Pimpinan rombongan Tim Humas Polri AKBP Semmy Ronny Thabaa saat di kofirmasi mengaku senang dan bangga dengan sosok Maximus Lany yang mampu mengangkat harkat petani kopi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Apabila semua masyarakat bisa berpikiran seperti bapak Maximus Lany, maka masyarakat di Jayawijaya bisa sejahtera dan maju,” tutur AKBP Semmy Ronny Thabaa.

AKBO Semmy juga menyampaikan terima kasih kepada Binmas Noken Polri yang telah memberikan dukungan penuh kepada Maximus Lany sehingga bisa sukses dalam mengelola kopi arabika dari pegunungan tengah Papua.

“Harapan kami, dengan adanya bantuan dari Satgas Binmas Noken ini, Maksimus beserta kelompok taninya bisa berhasil dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Papua,” tutup AKBP Semmy Ronny Thabaa.(*)

Bhabinkamtibmas bantu warga Kampung Dukwia cari pakan ternak

 

Bhabinkamtibmas Kampung Dukwia

Bripda M Safrulah membantu nenek Surani mengangkat rumput untuk pakan ternak.

Tanpa basa-basi Bripda Safrulah mendekati untuk menawarkan nenek Surani tumpangan sebagian rumput yang sudah diambil yang diletakkan disamping jalan.

FojaOnline – Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) Bripda M Safrulah membantu nenek Surani (79), warga Kampung Dukwia, Arso 8, Kabupaten Keerom, Papua mencari rumput sebagai pakan ternak sapi.

Bripda Safrulah dalam tugas kesehariannya sebagai Bhabinkamtibmas Kampung Dukwia Arso 8 yang sedang melaksanakan patroli rutin sekaligus menyambangi warga yang berada di sekitar wilayahnya bertemu nenek Surani yang sedang mencari rumput sendirian untuk ternaknya.

Tanpa basa-basi Bripda Safrulah mendekati untuk menawarkan nenek Surani tumpangan sebagian rumput yang sudah diambil yang diletakkan disamping jalan.

Sementara nenek Surani dengan senyum menerima tawaran tersebut, sehingga Bripda Safrulah langsung membantunya dengan mengangkat rumput untuk dinaikan di motor dinas miliknya.

Setelah sampai dirumah nenek tersebut, sambil duduk sembari menghilangkan rasa lelah Bripda Safrulah menyampaikan kepada nenek Surani, agar tidak melakukan pekerjaan yang berat-berat mengingat usianya yang sudah tidak lagi muda.

Bripda Safrulah menyarankan kepada nenek Surani sebaiknya membuka usaha kios kecil-kecilan, agar ada pemasukan dan juga lebih ringan di bandingkan harus mencari rumput sendirian.

Bripda Safrulah juga menyampaikan kepada Nenek Surani jika ada sanak saudara di kampung, agar sebaiknya ikut ke sanak saudara agar tidak lagi hidup sendirian.

Nenek Surani dalam kesehariannya cuma mencari rumput untuk makan ternaknya. Nenek Surani tinggal sendirian di rumahnya sedangkan sang suami telah lama meninggal. Dalam Kesehariannya juga nenek Surani mencari kayu atau ranting pohon untuk bahan bakar memasak.(*)