Kapolda Papua tegaskan penegakkan hukum terhadap KKB

FojaOnline – Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw menegaskan akan melakukan penegakkan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang ada di Bumi Cenderawasih.

Pernyataan ini sengaja dilontarkan oleh mantan Kapolda Sumatera Utara itu di Kota Jayapura, Selasa guna menyikapi situasi Kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Mapolda Papua selama kurun waktu dua pekan terakhir.

Dalam kesempatannya Kapolda memberikan beberapa pernyataan seperti mengatakan bahwa pelaku penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias Zanambani di Kampung Hitadipa bukan dilakukan oleh aparat Keamanan. Mengingat wilayah tersebut dikuasai oleh KKB.

“Tudingan dari berbagai pihak menyebutkan penembakan itu dari TNI-Polri, padahal di situ tidak ada anggota kita, bahkan wilayah itu basis yang ditempati lima kelompok dari KKB. Para tokoh yang mengaku sebagai pemimpin untuk tidak berkomentar atau menuding,” katanya.

“Dan mari kita mendukung Langkah-langkah penegakan hukum yang akan dilakukan oleh aparat baik itu Polri maupun TNI. Saya akan melakukan pertemuan dengan Pangdam Kodam XVII Cenderawasih guna pembahasan permasalahan tersebut, guna mengambil langkah cepat dalam penanganan terhadap kelompok separatis, dimana kita akan fokus penambahan anggota disana untuk, melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB,” sambungnya.

Selain itu, Kapolda Papua juga mengatakan bahwa penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap seorang tokoh agama di Intan Jaya, sengaja di politisi oleh beberapa oknum untuk mengarah pada sidang PBB nantinya.

“Ini propaganda yang dilakukan mengingat akan digelarnya sidang PBB, dan kita semua paham tentang itu. Jadi, beberapa para pihak yang mencoba mendramatisasi kejadian tersebut.

Sangat tidak mungkin penembakan tersebut dilakukan oleh aparat TNI-Polri, karena kita ketahui bersama bahwa KKB telah menguasai wilayah tersebut, namun semua kepastian itu akan dilakukan dengan olah TKP dengan mengumpulkan alat dan bukti-bukti,” katanya.

Diketahui juga beberapa teror yang dilakukan oleh KKB kini berimbas kepada penerbangan maskapai yang enggan mengangkut aparat Keamanan TNI-Polri. Pertimbangan maskapai untuk tidak mengangkut aparat dikarenakan faktor keselamatan.

“Dan itu wajar saja bagi kami. Salah satu faktor yang menjadi kendala sehingga maskapai penerbangan enggan mengangkut aparat keamanan ialah beredarnya ancaman dan teror yang di lontarkan oleh juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambon yang berdurasi 1 menit 20 detik yang viral media sosial pada Sabtu 19 September 2020 lalu,” katanya.

Dalam video tersebut Sebby menyebutkan bahwa prajurit dari TNPN OPM tidak segan-segan menembaki pesawat yang mengangkut aparat keamanan. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.