FKUB Jayapura minta warga jaga kerukunan umat beragama

FojaOnline – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKBU) Kabupaten Jayapura meminta kepada segena warga di Bumi Kenambay Umbay untuk menjaga keharmonisan kerukunan umat antar beragama.

Demikian hal ini disampaikan oleh Ketua FKUB Kabupaten Jayapura Pdt Alberth Yoku ketika dihubungi dari Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa siang menyusul kekerasan yang dialami oleh salah satu guru SD dan Ibtidaiyah Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) Kota Sentani pada pekan kemarin.

“Saya imbau kepada segenap warga agar kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan anak bangsa, tidak terpecah karena adanya kasus kekerasan yang dialami oleh seorang guru, karena telah ditangani oleh polisi, apalagi para (dua) pelakunya sudah ditangkap,” katanya.

Menurut dia, kejadian pengeroyokan yang dialami oleh guru bernama Mujiono merupakan tindakan kriminal murni dan tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran keagamaan.

“Apabila ada anggapan-anggapan lain yang memprovokasi memicu konflik dan mengganggu keagamaan atau kerukunan di Kabupaten Jayapura maka orang seperti itu harus diberikan warning atau peringatan oleh penegak hukum atau pemukah agama dan harus juga di proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Ia juga mengaku salut dengan kinerja jajaran Polsek Sentani Kota dan Polres Jayapura yang sudah bergerak cepat dengan menangkap para pelaku yang diduga dipengaruhi minuman berakohol sehingga melakukan pemalakan yang berujung pada penganiayaan.

“Sekali lagi, saya menghimbau agar kasus ini dipercayakan kepada aparat penegak hukum jangan di hubung-hubngkan dengan masalah agama dan tetap menjaga kerukunan antar umat agama di Kenambay umbay Kabupaten Jayapura,” kata Pdt Alberth Yoku.

Sebelumnya, pada Minggu (20/09), Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon didampingi Kapolsek Sentani Kota AKP Ruben Palayukan di Mapolsek Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, mengatakan telah berhasil menangkap dua dari tiga terduga pelaku pengeroyokan seorang guru.

“Ketiga pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap guru atas nama Mujiono (34) adalah VM, RK dan IE, di Jalan Samping Sekolah YPKP Sentani Kabupaten Jayapura,” katanya dalam jumpa pers di Mapolsek Sentani Kota.

Diketahui, korban Mujiono dikeroyok oleh para pelaku pada Sabtu (19/09) petang sekitar pukul 17.00 WIT di jalan samping sekolah YPKP Sentani, Kabupaten Jayapura. Ketiga pelaku mengeroyok korban karena tidak diberikan uang ketika dipalak.

Personel gabungan Polsek Sentani Kota dan Polres Jayapura berhasil mengamankan VM, salah satu pelaku di halaman Posyandu Asrama Koramil Hawai yang saat itu sedang tertidur di teras Posyandu.

“Selanjutnya VM di bawa ke Mapolsek Sentani Kota guna dilakukannya penyelidikan lebih lanjut. Untuk pelaku lainnya inisial RK diantar oleh keluarganya pada Minggu dini hari ke Polsek Sentani Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sedangkan pelaku, IE masih dalam pengejaran aparat Kepolisian,” katanya

Mantan Kapolres Mimika itu menyebutkan para pelaku pengeroyokan akan dijerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

“Saya imbau kepada pelaku IE untuk segera menyerahkan diri, dan berkaitan dengan masalah ini saya imbau juga agar warga bijak bahwa ini masalah kasus kriminal murni,” kata AKBP Victor.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.