DPRD ungkap rentetan peristiwa dan kronologi kekerasan di Intan Jaya

FojaOnline – Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Intan Jaya, Marthen Tipagau didampingi 10 rekannya menyampaikan kronologi peristiwan kekerasan yang di Kabupaten Intan Jaya dari Oktober 2019 hingga September 2020 yang disampaikan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, dan Komnas HAM RI Perwakilan Papua dalam pertemuan di Kodam XVII/Cenderawasih, Kota Jayapura, Selasa siang, adapun isinya:

  1. Sejumlah rentetan peristiwa (Konflik) yang terjadi sejak Oktober 2019, dimana kelompok yang tidak dikenal dari arah timur masuk di Kampung Pugusiga, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Kelompok tersebut diduga dari TPN-OPM, pimpinan Lekagak Telenggen dan Militer Murib yang berjumlah 170-an orang memasuki wilayah hukum Kabupaten Intan Jaya.
  2. Setelah satu minggu kelompok TPN-OPM tersebut memasuki wilayah hukum Kabupaten Intan Jaya, pada Jumat 25 Oktober 2019 terjadi pembunuhan terhadap tiga orang tukang ojek (warga pendatang) yang tewas ditembak. Ketiga tukang ojek itu bernama Risal (31), Herianto (31) dan La Soni (25). Peristiwa penembakan itu terjadi di Kampung Pugusiga, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Korban diduga dilakukan oleh kelompok TPN-OPM.
  3. Pada Desember 2019 hingga sekarang ini, akibat pembunuhan terhadap tiga orang tukang ojek (warga
    pendatang) oleh kelompok TPN-OPM tersebut negara melakukan upaya pengiriman pasukan TNI non-organik dan aparat gabungan dari Papua dalam jumlah besar-besaran ke Kabupaten Intan Jaya
    hingga saat ini. Pengiriman pasukan tersebut tanpa diketahui oleh Pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Intan Jaya
  4. Pada Desember 2019, masyarakat di Kabupaten Intan Jaya tidak bisa merayakan Hari Natal, karena aparat TNI non-organik melakukan pengejaran terhadap masyarakat di Kampung Titigi, Distrik Sugapa dan Kampung Hitadipa dan Kampung Pugusiga, Kampung Wabui, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Aparat TNI non-organik melakukan pengejaran dan intimidasi beberapa warga kampung dengan alasan mereka memberi makan dan menyediakan rumah untuk tidur kepada kelompok TPN-OPM dari arah Timur yang masuk di Kabupaten Intan Jaya tersebut.
  5. Pada 14-16 Desember 2019, dalam rangka pengejaran kelompok TPN-OPM, terjadi baku tembak antara aparat TNI dan kelompoK TPN-OPM di Kampung Hitadipa, Kampung Wabui dan Kampung Pugusiga, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Akibat baku tembak antara aparat TNI dan kelompoK TPN-OPM, dua anggota TNI mati ditembak yang diduga oleh kelompok TPN-OPM yaitu atas nama Lettu Inf Erzal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky Ramadhan. Korban telah dievakuasi dari Sugapa, Kabupaten Intan Jaya menuju Timika, Kabupaten Mimika dan diterbangkan ke Jakarta via Denpasar, Bali hingga ke kampung halaman mereka masing-masing dengan menggunakan pesawat Garuda.
  6. Pada 2020 hingga saat ini, dalam rangka pengejaran kelompok TPN-OPM tersebut negara mengirimkan aparat keamanan TNI-Polri sehingga bertambah banyak di Kabupaten Intan Jaya. Dan untuk mempersempit ruang gerak kelompok TPN-OPM, mereka membuka pos TNI dalam rangka pengamanan di beberapa distrik, seperti Distrik Sugapa, Distrik Hitadipa dan Distik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya. Namun justeru pengiriman pasukan aparat keamanan di Kabupaten ntan Jaya tersebut membuat masyarakat pada ketakutan, trauma, merasa dintimidasi dan teror oleh aparat penugasan serta warga tidak bisa melakukan aktivitas baik mencari makan di kebun maupun mencari kayu bakar ke hutan. Tidak bisa sama sekali hingga kini.
  7. Pada Selasa 18 Februari 2020, sekitar pukul 05.30 WIT dalam rangka pengejaran kelompok TPN-OPM, aparat TNI menembak seorang kepala suku bernama Kayus Sani (50) dan Melko Tipigau (12), anak sekolah kelas VI SD YPPK Bilogai dan juga salah satu anak sekolah kelas VI SD YPPK Biloga bernama Martina Sani (12) yang kini masih hidup karena sempat dilarikan ke RS Karitas Timika, Kabupaten Mimika. Korban tersebut merupakan warga masyarakat biasa di kampung bukan kelompok separatis TPN-OPM. Kejadian tersebut tejad di Kampung Yoparu, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
  8. Pada Jumat 22 Mei 2020, pukul 13.00 WIT, telah terjadi penembakan terhadap dua orang petugas kesehatan Kabupaten Intan Jaya atas nama Heniko Somou ditembak mati dan Elemelek Bagau ditembak mati dan mengalami luka-luka berat. Penganiayaan tersebut dilakukan di Distik Wandae, Kabupaten Intan Jaya. Pelaku diduga kuat oleh kelompok TPN-OPM yang beraksi di wilayah Magataga perbatasan antara Kabupaten Paniai dan Kabupaten Intan Jaya. Sumber informasi dari kelompok TPN-OPM bahwa dua orang petugas kesehatan itu merupakan mata-mata atau kurirnya BIN atau aparat TNI sehingga dianiaya hingga salah satu meninggal dunia dan satunya luka-luka yang dikirim ke rumah sakit umum Pemda Nabire untuk melakukan perawatan.
  9. Pada Selasa 21 April 2020, dua warga atas nama Apianus Zanambani (22) dan Lutner Zanambani (23) berasal dari Kampung Zanamba, DisStrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, dinyatakan hilang oleh keluarga .Terakhir mereka pulang dari Enarotali, Kabupaten Paniai, sampai di Sugapa,Kabupaten Intan Jaya. Mereka sempat berdua berdiri di pangkalan ojek dan dipanggil oleh aparat penugasan kemudian dibawa ke Pos atau Kantor Koramil Sugapa dalam rangka wawancara. Setelah wawancara, menurut Komandan Satgas dan Dandim Nabire, mereka berdua sudah dipulangkan pada 21 April 2020 malam. Namun tidak ada saksi satupun yang mengakui bahwa mereka dipulangkan ke ruman keluarga, karena sampai dengan sekarang mereka belum pulang kepada keluarga. Dugaan keluarga telah dihilangkan atau dibunuh secara diam-diam olen aparat TNI di Kantor Koramil Sugapa,
  10. Pada Jumat, 29 Mei 2020, telah terjadi penembakan terhadap warga bernama Yunus Sani (40), diduga kuat oleh kelompok TPN-OPM yang seringkali beraksi di wilayah perbatasan Kabupaten Paniai dan Kabupaten Intan Jaya, tepatnya di Distrik Wandae, Kabupaten Intan Jaya. Kelompok TPN-OPM mengklaim bahwa mereka menembak mati ternadap Yunus Sani karena sebagai mata-mata atau penunjuk jalan bagi aparat TNI, yang menyampaikan keberadaan kelompok TPN-OPM di wilayah Katbupaten Intan Jaya, Timika, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Paniai sekitarnya.
  11. Pada Sabtu 15 Agustus 2020, pukul 15.30 WIT, telah terjadi penembakan terhadap seorang pedagang atau penjaga kios warga pendatang atas nama Laode Zainudin yang dilakukan oleh OTK. Kejadian ini terjadi di Kampung Yogatapa, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya,
  12. Pada Sabtu 5 September 2020, sekitar pukul 14.00 WIT, bertempat di tanjakan tinggi Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, telah terjadi penembakan yang dilakukan olen OTK terhadap tukang ojek atas nama Abdul Aziz, korban pada saat kembali menuju Distrik Sugapa setelah mengantar penumpang dari Kampung Titigi. Kendaraan roda dua jenis Honda Verza milik Korban dilaporkan kena tembak karena ada lubang pada bagian blok kopling (mesin sebelah Kanan):
  13. Pada Sabtu 12 September 2020, pukul 11,10 WIT, bertempat di tikungan Mamba (ujung aspal), Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya telah dilaksanakan oleh TKP oleh personel Sub
    Denpom XVI1-1 Nabire terkait insiden kecelakaan (masuk ke jurang) kendaraan jenis truck yang ditumpangi olen personel Yonif Raider 400/BR hingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 14 orang anggota TNI mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk mendapakan perawatan pada kesempatan pertama dan dilanjutkan ke RSUD Nabire untuk perawatan lebih lanjut,
  14. Pada Senin 14 September 2020, sekitar pukul 11.20 WIT, bertempat di jalan raya tepatnya di mata air Kampung Mamba Distrik smSugapa, Kabupaten Intan Jaya, telah terjadi penembakan terhadap dua orang tukang ojek warga pendatang atas nama Laode Anas Munawir dan Fathur Rahman yang dilakukan oleh OTK dan diindikasikan atau diduga oleh KSB wilayah Kabupaten Intan Jaya pada saat kedua tukang oJek kembali dari Pos Titigi selesai mengantar barang millk Yonif Raider 400/BR,
  15. Pada Sabtu 17 September tahun 2020, sekitar pukul 10.40 WIT, bertempat di bawah Gereja ST Michael, Kampung Bilogai Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, telah terjadi pembacokan olen OTK
    kepada tukang ojek warga pendatang atas nama Ahmad Baidlawi yang mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat Kejadian.
  16. Pada Sabtu 17 September 2020, sekitar pukul 14.20 WIT bertempat di Jalan Kampung Sugapa Lama, Kabupaten Intan Jaya, telah terjadi kontak tembak antara personel Satgas BKO Apter Koramil Persiapan Hitadipa Kabupaten Intan Jaya dengan kelompok KSB yang mengakibatkan satu orang anggota TNI meninggal dunia atas nama Serka Sahlan NRP 319406 19290374 Jabatan Definitif Babinsa Ramil Tigi Barat Kodim Deiyai Korem 173/PVB dan 1 pucuk SS1 laras panjang type FNC, 25 butir amunis 5,56 dan 1 buah magasen hilang dibawah lari oleh kelompok KSB
  17. Pada Sabtu 19 September 2020, sekitar pukul 13.17 WIT bertempat di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, telah terjadi kontak tembak antara Satgas BKO Apter Koramil Persiapan Hitadipa dengan KSB yang mengakibatkan satu anggota TNI atas nama Dwi Akbar, Pangkat /Nrp: Pratu/31160047341095, Jabatan Sat Asal: Taban 1 Cuk 2 Ton SMS Kibant Yonif 711/Rks Brigif 22/OM DAM XI Mdk, Penugasan Babinsa Ramil Hitadipa Kodim Persiapan Kabupaten Intan Jaya Korem 173/PVB, ditembak mati yang diduga oleh KSB;
  18. Pada Sabtu 19 September 2020, sekitar pukul 16.30 WIT, bertempat di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, telah terjadi penembakan terhadap warga masyarakat atas nama Pdt Yeremias Zanambani, S.Th. Mantan Ketua Klasis Hitadipa dan jabatan aktif Ketua sekolah STA leologi Hitadipa dan Wakil Ketua Penerjemah Alkitab Bahasa Daerah Moni dan Ketua Gereja Wilayah III Kabupaten Intan Jaya. Keluarga korban menduga kuat bahwa Pdt Yeremia ditembak mati oleh aparat TNI yang bertugas di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, dimana korban ke kandang ternak untuk memberi makan terhadap ternak babi, namun korban ditemukan telah ditembak mati.

“Hal inilah yang tadi kami sampaikan kepada bapak Pangdam Cenderawasih, Kapolda Papua, Kepala Perwakillan Komnas HAM RI Provinsi Papua dan tamun undangan yang hadir,” kata Marthen dalma jumpa pers usai pertemuan dengan yudikatif di Papua.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.